Unsur-Unsur Yang Harus Ada Ketika Anda Mendesain Taman Minimalis

Sponsored Links

Taman minimalis! Wow, sebuah taman yang mungil namun indah dan elegan patut dipertimbangkan untuk menempati sebagian  dari tanah kosong  di halaman rumah kita. Taman minimalis sangat diperlukan untuk memperindah rumah mungil yang kita miliki. Jika Anda hendak membangun taman model minimalis berikut ini point-point yang harus Anda perhatikan untuk mendesainnya:

  1. Tanaman (Softscape)

Biasanya disebut Softscape karena merupakan elemen lunak serta bersifat alami, bersifat sebagai penyeimbang sesuatu yang lebih masif atau kaku (dalam hal ini bisa berupa bangunan ataupun elemen massif yang ada ditaman). Tanman juga berfungsi sebagai buffer alami penyaring sinar matahari, polusi suara ataupun udara.

Tanaman di sebuah taman minimalis biasanya ragamnya terbatas. Seorang  pakar minimalis Nopiande dalam bukunya Stylish Garden memaparkan bahwa dari segi desain taman minimalis menampilkan bentuk yang murni dan tegas (persegi, lurus, segitiga, segi empat, bujur sangkar dan sebagainya). Tanaman juga dipilih berdasarkan kemudahan perawatan. Biasanya dipilih yang pertumbuhanya lamban (Slow Grown) serta tidak mudah rontok. Kenapa mesti pertumbuhanya lamban dan tidak mudah rontok? Ya, tentu untuk mengantisipasi sempitnya lahan yang dipergunakan untuk membut tanaman minimalis tersebut. Tidak mudah rontok, karena alangkah ribetnya untuk selalu menjaga dan mebersihkan taman yang selalu kotor karena rontoknya dedaunan yang  jatuh karena kering.

Contoh Desain Taman Minimalis
Contoh Desain Taman Minimalis

Unsur tanaman sendiri dapat di bagi menjadi beberapa kelompok yaitu:

  • Perdu (Shrubs)

Berdasarkan ukuran ketinggiannya, shrubs dapat digolongkan menjadi high dense (ketinggian diatas mata), medium masih diatas mata, medium di bawah mata, medium masih diatas mata, serta low shrubs (semak-semak). Memiliki akar yang tidak sekuat pohon. Dan dapat ditata berkelompok-kelompok, tergantung seberapa padat kesan yang ingin kita tampilkan. Namun untuk gaya minimalis, shrubs biasanya tidak ditata secara berkelompok. Karena minimnya pemilihan tanaman ditaman minimalis.

  • Pohon

Ada berbagai jenis pohon. Di area taman , pohon merupakan softscape yang paling besar/tinggi layaknya sebuah pelindung. Jenis pohon pun bermacam-macam, ada pohon kecil, pohon besar serta pohon medium dan jenis pohon palem. Ukuran dapat kita lihat dari diameter batang, diameter kanopi, dan ketinggian batang pohon. Untuk lahan yang relatif sempit, tentunya kita akan memilih jenis pohon medium sampai kecil. Jenis pohon yang banyak dipakai untuk gaya minimalis contohnya adalah pohon jenis kamboja (Plumeria).

  • Ground Cover

Elemen yang dimaksud disini adalah elemen penutup tanah. Bisa berupa hardscape (biasanya perkerasa maupun semi perkerasan) misalnya menggunakan pathway atau semi perkerasan seperti grass block. Bisa juga berupa softscape yaitu dengan ditanami rumput.

  • Rumput

Rumput sebenarnya merupakan salah satu contoh groundcover, atau penutup tanah. Untuk gaya minimalis, orang cenderung memilih rumput yang tumbuh rapi seperti rumput jepang dan rumput gajah mini.

  • Tanaman Air

Tanaman air dapat tumbuh dikolam-kolam ikan, maupun disebuah aquatic pot. Berfungsi sebagai elemen estetis, dan memberi kesan tropis dirumah Anda. Usahakan tanaman air memperoleh sinar matahari sepanjang hari, sehingga pertumbuhanya sempurna.

  1. Aksesoris

Ketika Anda mendesain taman minimalis, untuk mempercantik tampilannya diperlukan sebuah aksesoris yang menawan untuk taman itu sendiri. Aksesoris yang dimaksud disini adalah elemen hardscape dalam sebuah taman. Usahaakn aksesoris bergaya minimalis yang serasi dan memperlihatkan karakter Anda. Dalam sebuah buku yang berjudul “KOLAM HIAS” yang ditulis Don W.S dan Cherry Hadibroto kolam artifisial merupakan kolam buatan yang bentuk dan pergerakan airnya mengandalkan teknologi. Pergerakan air dioperasikan oleh pompa listrik. Apabila Anda ingin memelihara ikan-ikan hias kecil hingga sedang, kedalamn idela sebuah kolam adalah kurang lebih 65 cm. Hadirnya sebuah kolam ditengah-tengah rumah sangat berarti bagi keeksotikan rumah itu sendiri. Elemen air ditengah rumah membantu menurunkan temperatur udara secara alamiah, sebelum dialirkan kedalam rumah. Penggunaan elemen softscape (tanaman) dapt menybabkan nyamuk banyak bermukim disana, maka dari itu kolam yang berisi ikan, dapat dijadikan sebagi solusi untuk meredam pertumbuhan nyamuk. Kolam merupakan sentuhan air, sungguh merupakan terapi psikis yang baik, baik melalui mata(fisik), maupun dari suara gemericiknya. Elemen yang sangat indah dan bermanfaat untuk psikologis sebuah rumah. Tampilan dan suara air dapt kita pilih sesuai keinginan kita. Dalam bahasa lanskap, tampilan dan suara air dapt disebut sebagai water feature. Umumnya dapt dikategorikan sebagi berikut:

               A.Waterfall

Guyuran air yang banyak sehingga menimbulkan efek suara yang agak gaduh pula. Sebaiknya lebar kolam minimum adalah satu meter, agar volume air tetap terkendali (tidak berjatuhan dikolam luar).

              B. Waterspout

Air yang dijatuhkan tidak merata, melainkan melalui titik titik bukaan, suara gemericik air akan bekesan monoton, namun menimbulkan atmosfir mediatif dan menenangkan fikiran Anda.

             C. Waterwall

Air yang jatuh bebas (dengan kecepatan sedikit lebih rendah dibandingkan air terjun), air tersebut jatuh mengaliri sebidang dinding. Umumnya bidang dinding bertekstur agar air mengalir indah mengikuti tekstur. Karena kecepatan jatuhnya rendah, sistem waterwall ini umumnya tidak terlalu berisik.

           D. Water Curtain

Air jatuh melalui kumpulan titik-titik bukaan (pararel). Efek suara yang ditimbulkan seperti bunyi gerimis.

          E.Water Fountain

Air yang dimuncratkan ke atas (dengan kecepatan tinggi). Kita biasa menyebutkan sebagi air mancur. Tinggi muncratan air bervariasi, begitu juga diameter tirai air yang dijatuhkan kembali.