Tips Menjadi Broker Properti Profesional

Sponsored Links

Tips Menjadi Broker Properti Profesional

Menjadi broker bukan sekedar untuk menjadi seorang makelar tanah atau calo tanah. Mungkin untung orang yang masih awam soal broker properti professional hanya mengangap seorang calo tanah itu kerjanya ya cuman itu-itu saja. Hanya memanfaatkan kesempatan untuk mencari keuntungan di tangah kesempitan transaksi jual beli tanah. Atau menjadi pahlawan kesiangan seakan-akan dialah yang paling berperan didalam suatu transaksi jual beli tanah atau properti. Itu dulu, sebuah anggapan yang salah, namun hari ini menjadi broker properti adalah sebuah pekerjaan professional layaknya menjual jasa seperti dokter, seorang pengacara, atau jasa professional lainnya seperti konsultan keuangan, konsultan manajemen dan seterusnya.

Adalah sebuah pekerjaan yang cukup mulia seorang broker properti itu. Pekerjaanya adalah sebagai mediator antara dua orang yang berkepentingan. Sebagai perantara bertemunya penjual dan pembeli didalam transaksi jual beli properti. Yach, jika Anda tidak percaya kalo seorang broker proerti itu tidak bermodal ilmu. Coba buktikan Anda sendiri jualan tanah dan tidak ada pengalaman soal bagaimana melakukan deals and no deals untuk urusan tanah. Ketika terjadi tanah waris yang mau dijual harus diapain, dan ketika surat-suratnya masih di jaminkan pihak lain, secara legalitas harus di apain. Semua masalah-masalah yang secara hitam diatas putih tidak masuk dalam urusan jual beli properti namun itu melekat ketika akan melakukan transaksi jual beli tersebut. Semua ada ilmunya lho! Bukan hanya ngawur untuk jual beli properti, tapi pasti ada sedikit tantangan untuk menyelesaikan sehingga pihak penjual dan pembeli bisa closing melakukan transaksi. So, seorang broker properti yang profesinal adalah suatu profesi yang tetap memerlukan kapasitas ilmu yang mumpuni, komitment yang tinggi serta menjaga keprofesionalan sebuah bisnis jasa ini. Bukan sekedar jual beli tanah biasa, namun cukup pelik ketika harus berhadapan dengan masalah-masalah legalitas tanah.

Agen Properti Jual Beli Tanah
Agen Properti Jual Beli Tanah

Ketika Anda berbicara properti, berarti secara tidak langsung Anda membahas soal semua bentuk komoditi yang berkaitan dengan ha katas tanah dan bangunan yang dipunyai seseorang dengan bukti legalitas atau surat-surat kepemilikan lainnya, baik itu letter C, petok D, SKGR (surat keterangan ganti rugi), SHM, SGU dan seterusnya. Jadi sangat luas sekali lingkup properti yang menjadi bagian yang hendak ditransaksikan. Belum lagi yang berkaitan urusan pajak bumi dan bangunan serta proses pembuatan Akta Jual Beli ketika melakukan transaksi, baik di notaris atau PPAT setempat. Ada disiplin-displin ilmu lain yang berkaitan dengan legalitas properti itu sendiri.

So, untuk menjadi seorang broker professional ada ilmu tersendiri yang mempengaruhi kesuksesan seseorang didalam bisnis jual beli properti atau hanya berperan sebagai broker properti. Belum lagi ketrampilan didalam melakukan negoisasi ketika proses deal or no deals saat menawarkan properti tersebut, plus sedikit polesan ilmu marketing agar bisnis proeprti yang dijalankan berjalan lebih mulus sesuai dengan jalannya bisnis keprofesionalan.

Kesimpulan sederhana untuk menterjemahkan seorang bisnisman properti adalah suatu kegiatan yang berkaitan dengan jasa perantara antara penjual dan pembeli, atau aktifitas sewa menyewa yang berkaitan dengan properti. Termasuk didalamnya adalah lelang properti yang dipunyai atau dimiliki oleh pemilik (vendor) kepada marketer (broker) dengan kesepahaman harga jual serta sewa, berserta dengan komisinya yang ditetapkan didalam waktu tertentu.

Model dan Jenis Broker Properti

Ketika anda ingin terjun kedalam dunia bisnis properti tentunya harus memahami dan mengenali berbagai jenis broker-broker properti. Secara sederhana bisa dikategorikan menjadi dua jenis broker, yaitu modern dan traditional. Berikut ini penjelasan dua macam broker yang di dalam dunia bisnis properti.

  1. Broker Traditional
    Broker properti dengan model traditional adalah broker atau makelar properti yang lahir karena aktifitas-aktifitas transaksi yang asal muasalnya berasal dari ide traditional. Jadi ketika ada orang hendak menjual tanah broker atau makelar ini, berperan mencarikan pembeli. Cukup simple dan sederhana pekerjaan broker atau makelar tanah dengan cara traditional ini. Mereka biasanya bekerja hanya secara free lance, tidak ada target, tidak ada komunitas yang kuat serta tidak ada paying hukum yang menaungi mereka dengan jelas. Untuk urusan manajemen, broker traditional cenderung kurang memiliki basic rules (aturan dasar yang jelas). Kekurangan dari broker traditional ini cenderung berjalan dengan liar, tidak mempunyai permainan serta aturan yang jelas. Terlebih lagi mereka benyak memiliki ilmu yang masih minim serta manajemen broker yang tertib serta professional.
  2. Broker Modern
    Broker modern adalah broker yang standart pekerjaannya menggunakan metode dan aturan tertentu yang baku. Jika Anda tahu didalam system perusahaan mereka menggunakan SOP (Standart Operational Procedure), maka broker modern juga menggunakan system ini. Broker modern sudah memiliki aturan yang baku soal jual beli tanah, soal komisi, soal marketing, serta manajemen lainnya yang berkaitan dengan aktifitas jual beli, sewa, jasa properti ini. Semua ada aturan serta undang-undang yang berlaku untuk bisnis properti ini. Mereka mempunyai etika bisnis yang terartur dan tertulis. Jadi ketika Anda bergabung menjadi seorang broker profesioanal dengan manajemen yang di ambil dari luar negeri, tentu ada aturan-aturan tertentu yang tidak boleh di langgar oleh seorang broker properti. Hukum ini semua demi kelancaran serta saling menguntungkan bagi semua pihak, baik sebagai posisi pemiliki tanah, penjual properti atau agen properti. Bahkan hingga berapa jumlah komisi yang wajib diterima sudah ada aturan yang baku. Untuk broker modern juga memiliki  service yang jelas serta strandart kepada calon klien atau pembeli mereka. Jika Anda bergabung dengan agen-agen properti professional biasanya, mereka terhimpun didalam assosiasi yang jelas, atau lembaga yang jelas.