Tips Memilih KPR: Jitu dan Tepat

Sponsored Links

Tips memilih KPR ini tepat untuk Anda yang baru pertama kali memilih KPR, mungkin kebingungan, itu wajar karena baru pertama kalinya. Jika pemilihan tidak tepat akan ada resiko di tengah-tengah. Resiko dari pemilihan KPR adalah putus di tengah jalan. Selain itu, banyaknya BANK yang mengejar Anda untuk memilih pengajuan KPR di mereka, berbagai penawaran manis dikeluarkan supaya Anda tergiur, namun Anda harus tetap teliti serta cermat dalam memilih. Berikut poin utama yang harus Anda perhatikan dalam menyeleksi BANK penyedia KPR:

Jangka waktu dari KPR perumahan

Waktu maksimal adalah option yang harus anda ambil waktu pengajuan KPR. Umumnya waktu maksimal dari KPR yaitu 15 tahun, dengan perhitungan waktu yang tepat, dan waktu yang cukup maka Anda dapat menghitung kesanggupan Anda dalam membayar tagihan KPR sesuai waktu yang disetujui saat pengajuan awal. Anda harus memperhatikan bahwa biaya hidup setiap tahun akan berubah aka tidak menentu, biaya hidup akan terus naik dikarenakan inflasi dari tahun ke tahun, kondisi perekonomian yang ada tidak menjamin Anda bisa membayar terus tagihan KPR walau mengambil jangka waktu yang panjang.

Kredit KPR Rumah

 

Pemilihan BANK penyedia KPR

Anda dalam memilih BANK, jangan tergiur dengan bunga murah. Anda harus memastikan BANK tersebut mempunyai divisi khusus KPR. Kenapa? Karena dengan adanya divisi khusus, maka ada bagian yang bertanggung jawab, jaminan keamanan dan kenyamanan nasabah akan Anda peroleh.

Berani bertanya:

Jangan takut bertanya mengenai besaran bunga yang dikenakan pada nasabah lama. Dengan Anda mengetahui perbedaan selisih bunga nasabah lama dan nasabah baru, Anda jadi dapat membandingkan bunga BANK saat BANK memberlakukan tren kenaikan suku bunga dan juga floating rate. Anda harus memperhatikan bunga KPR. Besarnya patokan bunga akan menentukan besarnya angsuran per bulan. Disarankan Anda pilih BANK yang menggunakan bunga rendah. Pada umumnya, BANK menetapkan bunga fixed rate atau tetap, untuk beberapa tahun awal kemudian bunga floating rate atau bunga mengambang yang mengikuti bunga pasar pada tahun-tahun berikutnya.

Aturan yang jelas dan transparan

Skema kredit ada beraneka macam, contohnya seperti yang disebutkan di atas fixed rate atau bunga tetap, floating rate, dan satu lagi yaitu bunga maksimal dikenal juga dengan fixed cap rate, selain itu masih ada aneka variasi lainnya. Pastikan Anda memahami skema kredit yang Anda pilih. Poin penting lainnya terkait aturan yaitu, Anda harus cermat dalam aturan denda, biaya penalti pelunasan awal, tidak luput aturan mengenai over credit atau biaya alih kredit.

Biaya-biaya lain pada KPR rumah

Setelah pengajuran KPR diterima (Mendapat approval), tetaplah siaga atau bersiap-siap dengan menyediakan simpanan uang tunai, ini untuk pembayaran biaya-biaya lainnya di luar biaya KPR rumah Anda. Biaya-biaya lain ini tidak kecil jumlahnya jika digabungkan, dan repotnya wajib Anda bayar awal atau di muka, selanjutnya selama kredit akan digabung bersama biaya tagihan, bisa juga setelah kredit KPR lunas. Contoh biaya-biaya lain di luar biaya kredit KPR:

  • Biaya legal kredit, yaitu biaya perjanjian kredit, balik nama sertifikat dari rumah, akta jual beli
  • Bunga dan biaya kredit
  • Biaya asuransi, asuransi kebakaran dan jiwa
  • Biaya administrasi BANK (Jika KPR melalui BANK)

Sekian artikel mengenai tips memilih KPR, semoga berkenan. Ditunggu komentarnya.