Prediksi Bisnis Properti Tahun 2014

Sponsored Links

Prediksi Bisnis Properti Tahun 2014

Memprediksi sebuah bisnis bukan hal sederhana, harus menggunakan berbagai parameter tertentu untuk menghasilkan sebuah prediksi yang  jitu. Jika di dalam ilmu peramalan dalam konsep ilmu ekonomi kita kenal dengan ilmu “regresi” yaitu sebuah perhitungan matematis untuk memprediksi hitungan sebuah bisnis dengan cara matematis, misalnya menghitung  berapa perkiraan target penjualan properti  tahun depan dengan mengambil data satu atau dua tahun sebelumnya.

Untuk menghitung prediksi  pertumbuhan bisnis properti tahun 2014 berarti secara tidak langsung menggunakan data penjualan bisnis properti di tahun 2013 kemarin. Namun bukan berarti mutlak untuk jaminan sebuah kebenaran hasil prediksi ketika mengacu data tahun sebelumnya yaitu bisnis properti 2013.

Memprediksi sebuah bisnis sama artinya dengan meramalkan sebuah bisnis. Memang sih, di zaman yang serba tidak pasti ini, sebuah prediksi dan perkiraan di perlukan sebagai acuan untuk menjalankan sebuah bisnis. Namun ada satu hal yang menjadi hal pokok dan kunci dalam sebuah bisnis dan itu bisa dipastikan  adalah “ketidak pastian itu sendiri”. Jadi tidak ada sebuah parameter yang pasti ketika hendak meramalkan sebuah bisnis, khususnya di dalam bisnis properti ini.

Prediksi bisnis properti dat tahun 2014 akan naik atau akan turunkah?

Menjawab sebuah pertanyaan yang gampang-gampang susah. Gampangnya, sebuah bisnis jika di Indonesia 5 tahun terakhir ini semuanya cenderung mengalami pertumbuhan (growth). Namun pertanyaanya yang cukup sulit di jawab, berapa sih growth di tahun 2014 ini? Berapa kira-kira petumbuhan bisnis properti di tahun 2014 ini?

Bisnis Sewa Meyewa Rumah dan Properti

So, Apa saja faktor  yang tak nampak yang memepengaruhi Prediksi Bisnis Properti tahun 2014?

Seperti kita ketahui  iklim bisnis di Indonesia di tahun 2014 akan sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di tahun 2014 ini pemerintah Indonesia akan punya hajatan besar demokrasi yaitu adanya pilpres, dan pemilihan untuk wakil rakyat di senayan. Variabel ini mau tidak mau akan mempengaruhi secara tidak langsung kebutuhan serta pertumbuhan bisnis di Indonesia. Belum lagi dengan di picunya kenaikan kebutuhan-kebutuhan harga consumer good secara merata di Indonesia.

Memang sih, sebenarnya kebutuhan akan rumah tidak dipengaruhi langsung oleh kenaikan harga-harga sembako. Tetapi jika harga-harga sembako saja naik, tentu harga-harga properti juga akan naik.

So, orang mungkin di tahun kemarin 2013 kemarin menawarkan harga perumahan dengan DP 10 juta rupiah sudah cukup, namun karena dampak inflasi yang cukup tinggi dai tahun 2014 DP untuk membayar perumahan belum cukup, bisa jadi naik menjadi 15 juta rupiah.

Bisnis properti memang bukan bisnis yang cukup bermodal kecil, tapi bisnis properti merupakan jenis bisnis yang bermodal besar, khususnya bagi seorang pembisnis properti bukan seorang makelar properti. Jadi ketika seorang bisnisman di bidang properti melihat harga-harga kebutuhan pokok naik secara tidak langsung di juga menginginkan sebuah margin yang bisa untuk memenuhi kebutuhan operasional dia ketika menjalankan bisnis propertinya, mau tidak mau di juga harus menaikan harga properti yang hendak di jual.

Kesimpulan sederhananya bahwa inflasi sebuah negara akan memperngaruhi permintaan dan penawaran dari harga sebuah properti.

Selain dari faktor inflasi, perkembangan politik di suatu negara juga akan mempengaruhi pertumbuhan bisnis properti di suatu negara. Kenapa mempengaruhi?

Ya tentunya para pelaku bisnis properti akan menunggu dengan wait and see siapa yang akan memimpin Indonesia di 5 tahun mendatang?

Para pelaku bisnis properti akan membaca, apakah kira- kira saya di untungkan dengan pemilihan presiden yang baru?

Apakah saya bisa menjalankan bisnis saya dengan aman dengan kebijakan pemerintah yang baru di tahun 2014 ini?

Semua pertanyaan-pertanyaan tersebut yang akan menjadikan keputusan berbeda ketika akan bermain bisnis properti.

Namun yang jelas sebuah bisnis properti adalah bisnis yang tidak ada matinya, sepanjang masih ada manusia hidup di muka bumi ini. Semua orang membutuhkan akan properti, baik itu properti tanah, properti rumah atau properti untuk ruko dan perkantoran.

Itulah ulasan singkat mengenai prediksi singkat tentang bisnis properti dai tahun 2014, semoga bermanfaat.