Plus Minus Investasi Ruko dan Rukan (Bag. Dua)

Sponsored Links

Kekurangan Investasi Properti Ruko Rukan

Jika dalam tulisan sebelumnya, saya banyak bercerita tentang kelebihan investasi properti yang berupa rumah toko dan rumah kantor, tentunya perlu juga diulas dengan detail, apa saja kekurangan investasi properti? Ini juga cukup penting, mengingat tidak ada instrument investasi yang sempurna, semua mempunyai plus minus. Okelah dalam tulisan sederhana ini, akan meneruskan tentang kekurangan investasi properti khususnya yang diwujudkan kedalam bentuk rukan dan ruko.

  1. Tidak Mudah Untuk Dijual, Bahasa Orang Investasi Tidak Liquid

Inilah salah satu kelemahan investasi properti berupa ruko dan rukan. Susah banget ngejualnya ketika kita memerlukan uang dengan cepat. Jadi investasi properti idealnya adalah untuk investasi jangka panjang. Tak bisa Anda tergesa-gesa, hari ini beli properti dengan harga 1 Milyar, ingin untung dengan segera, tahun depan Anda jual 1,2 Milyar dengan cepat. Meskipun dalam ulasan tentang kelebihan properti, cukup cepat mendatangkan keuntungan dalam waktu singkat, cuman dalam hitungan tahun harga bisa fantastis. Namun investasi kedalam properti adalah investasi dalam bentuk rill, bukan seperti saham, atau reksa dana ketika dijual sewaktu-waktu dengan mudah akan cepat mendatangkan uang kas kembali. Jadi ketika Anda memutuskan investasi dalam properti, inilah yang perlu difikir dengan matang. Jika Anda bukan termasuk orang yang tahan untuk tidak memegang uang dalam jangka waktu lama kerena uangnya menjadi aset properti, sebaiknya Anda pikir-pikir lagi.Ini adalah kekurangan yang sangat mungkin terjadi, ketika Anda butuh uang lagi, dan properti Anda gak laku-laku, bisa pula Anda kehilangan kesabaran dengan menjual harga murah, sehingga jadinya untung kurang optimal, karena Anda butuh uang dengan cepat.

Desain Rumah Kantor Rukan
Desain Rumah Kantor Rukan
  1. Cukup Mahal Investasi di Bidang Ruko, Rukan

Ya, untuk alasan ini juga bisa menjadi pertimbangan bagi Anda. Untuk membeli sebuah investasi ruko rukan mungkin tak cukup hanya 100 hingga 200 juta rupiah. Mungkin bisa saja lebih dari itu. So, untuk membeli properti seharga itu, tentunya tak mudah, karena jika sekelas pegawai dan bukan orang bisnis untuk mendapatkan uang sejumlah itu perlu proses puluhan tahun. Ketika Anda kepingin banget untuk investasi properti memang bisa dilakukan dengan cara melakukan KPR, pinjam di bank dengan cara mencicil. Jadi Anda setidaknya harus memiliki sejumlah uang untuk membeli properti tersebut. Jika Anda pernah dengan membeli properti bisa dilakukan dengan model dengkul, alias gratis, tentunya ini bukan berarti gratis 100 persen tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. Apalgi jika sudah berrusan dengan properti, bukan barang murah bro! Anda harus menyiapkan sejumlah dana yang cukup untuk investasi ruko atau rukan.

Ketika Anda mengajukan KPR, pinjaman di bank, bisa saja menskenario bahwa Anda orang yang hebat dan cukup dalam sisi finansial. Anda orang pandai memoles sana dan sini dalam hal keangan dan tabungan Anda direkning bank, bisa pula menggoreng sana menggoreng sini. Namun ada hal yang perlu diingat bahwa ketika semuanya sudah disetujui oleh bank, Anda mempunyai resiko yang cukup tinggi, karena memang aslinya keuangan Anda adalah payah. Gak, ada yang gratis bro! Mau gak mau Anda tetep kewajiban membayar uang pinjaman plus dana bunga. Jangan pernah mengambil keputusan konyol hanya ingin berspekulasi dengan resiko yang tinggi. Percuma Bro!

  1. Potensi Terkena Tanah Sengketa

Ketika Anda ingin melakukan investasi properti dan tidak hati-hati, ada satu sandungan yang membuat Anda bangkrut, apa itu? Terkena tanah sengketa. Jika Anda sudah terlanjur masuk dalam posisi ini, maju kena mundur juga kena. Ini adalah salah satu resiko bisnis ketika menginvestasikan sejumlah uang kedalam bentuk properti, tanah sengekta. Ini adalah semacam momok yang emnakutkan ketika Anda jual beli di Indonesia, cukup rawan dengan tanah-tanah yang tak beres dalam urusan legalitasnya. Hati-hati dan cek sebelum membeli adalah wajib hukumnya! Jadi untuk memastikan ini, Anda bisa bertanya ke BPN (Badan Pertanahan Nasional) untuk mengetahui status legalitas tanah.

  1. Salah Persepsi Dalam Membedakan Mana Aset, Mana Liablitas

Yang dimaksud aset dalam urusan properti adalah, ketika properti itu dibeli, maka secara tidak langsung menghasilkan arus kas, entah positif atau masih negatif itu tetap dinamakan aset. Sebaliknya jika properti, kita membiayai, kita membayar semisal rumah yang kita tempati itu adalah liabilitas. Kenapa disebut laibilitas? Karena rumah yang Anda tempati membutuhkan biaya operasional tertentu yang pada intinya itu adalah cost (biaya). Jika itu termasuk biaya berarti bukan kegiatan yang bersifat produktif, alias mengeluarkan uang. Inilah yang dimaksud dengan liabilitas. Intinya jika Anda membeli properti dan mengeluarkan sejumlah biaya namun untuk tujuan keuntungan masih bisa disebut aset, seperti kontrakan, rumah kost, ruko yang disewakan itu semua adalah termasuk aset. Jadi pastikan Anda ketika membeli ruko, termasuk untuk kegiatan produksi, bukan untuk kebutuhan konsumtif. Intinya tahukan? Mana ruko produktif dan mana ruko yang malah mengeluarkan biaya? So, disinilah terkadang orang masih rancu dan bingung membedakan mana aset dan mana liabilitas. Tentunya, pastikan Anda membeli properti dalam rangka untuk aset, bukan liabilitas.

So, itulah sekian dari kekurangan ketika Anda harus menginvestasikan sejumlah uang Anda untuk membeli properti, khususnya ruko atau rukan. Pastikan Anda betul tahu untung dan ruginya membeli properti tersebut. Banyak orang kaya dicetak memang dari bisnis investasi ruko atau rukan, namun Anda jangan mudah tergiur dengan kesukesan-kesuksesan mereka. Tentunya mereka juga cukup jeli membaca, apa itu kekurangan dan kelemahan bisnis investasi properti berupa rumah toko dan rumah kantor. Hasil akhirnyalah yang kira-kira Anda tahu! Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat untuk Anda.