Persyaratan Mengajukan KPR Untuk Perumahan

Sponsored Links

Persyaratan Mengajukan KPR Untuk Perumahan

Ketika Anda hendak mengajukan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), berarti Anda harus memenuhi persyaraatn yang wajib Anda penuhi. Wajar dong, yang namanya bank selaku pemberi pinjaman ingin mengetahui profil Anda layak apa tidak untuk mengajukan pinjaman ke Bank. Jadi ketika syarat-syarat yang paling minimum tidak bisa Anda penuhi berarti jika Anda hendak pinjam ke bank tentu saja belum masuk pintunya bank saja sudah di tolak, hehe just kidding bro! Tetapi yang jelas persyaratan minimal adalah mutlak Anda punyai ketika hendak mengajukan kredit perumahan di bank.

  1. Umur

Ketika Anda mengajukan kredit kepada bank, pasti dong syarat yang paling pertama kali dilihat adalah faktor umur atau usia. Ketika umur Anda sudah terlihat tua atau sudah tidak muda lagi tentu mana ada bank yang mau menerima kredit perumahan Anda. Untuk usia, yang paling ideal biasa disyaratkan oleh bank adalah di bawah 40 tahun. Kenapa harus di bawah 40 tahun? ya tentunya ketika Anda mengajukan di bawah umru 40 tahun adalah ini salah satu usia produktif manusia bekerja. Jadi ketika usia Anda di atas 40 tahun dana akan kredit rumah dengan jangka waktu 15 tahun, berarti Anda sudah tidak kuat lagi bekerja tetapi masih mempunyai cicilan untuk rumah. Untuk Anda yang misalnya usia di atas 40 tahun masih bisa saja mengajukan kredit KPR, namun jangka waktunya tidak melebihi 10 tahun. Jadi biasanya maksiamal bank memberikan jangka waktu pinjaman sekitar 10 tahunan.

Kabar baik bagi Anda yang menjadi seorang pengajar di univesitas alias dosen, biasanya bank memberikan kelonggaran hingga usia di atas 60 tahun. Kenapa? Idealnya menurut bank, bahwa orang itu bekerja dengan usia yang paling produktif adalah hingga 55 tahun. Jadi ketika bank memberikan kredit untuk perumahan maksimum usia yang di pilih bank adalah hingga 55 tahun.

Persyaratan Pinjam Uang di Bank
Persyaratan Pinjam Uang di Bank
  1. Pekerjaan

Ketika Anda mengajukan kredit di bank, idealnya adalah pekerjaan Anda mampu mengcover kredit yang diajukan di bank. Singakt cerita jika pekerjaan yang Anda punya mampu untuk membayar kredit di bank berarti Anda layak untuk di kasih kredit, dan sebaliknya jika pekerjaan Anda tak bisa mampu untuk bayar ke bank berarti Anda juga tidak di beri hak untuk pinjam ke bank. Simpel dan mudah saja bukan? Untuk pekerjaan biasanya bank meminta seorang pekerja tetap. Jadi bukan pekerja kontrak. Idealnya bank selalu mensyaratkan lama bekerja di perusahaan dimana Anda bekerja adalah sudah 2 tahun. Lalu gimana jika 2 tahun tersebut Anda kontrak dan kontrak terus? Itu nanti terserah bank yang memberikan kredit ke Anda. Intinya sih bank ketakutan dan gak mau rugi dong? Jadi ketika posisi pekerjaan Anda meragukan, tentunya bank yang akan meminjami Anda gak mau lho! Heheh Maka untuk urusan pekerjaan pastikan Anda layak untuk di terima oleh bank.

  1. Status Perkawinan

Jika Anda tidak kawin-kawin maka Anda mengajukan kredit di bank jadi ruwet? Enggak juga sih, hehe Ketika Anda masih jomblo menjadi bujang lapuk maka kredit Anda dipersusah oleh bank? ya, belum tentu, he.heh Intinya gini saja deh, ketika Anda mempunyai permasalahan dengan kehidupan pernikahan Anda, semisal pisah ranjang tentu akan ada sedikit kesulitan untuk mengajukan kredit di bank. Kenapa coba? Ya, tentunya ketika Anda hendak melakukan akad kredit tidak bisa menghadirkan pasangan Anda sehingga akan menjadi sulit.Lebih parah lagi jika Anda dalam masa proses perceraian, ooo malah tidak diterima oleh bank, “Lah wong ngurusi perkawinan saja ruwet, kok malah mau pinjam uang di bank,” kira-kira begitu kata si bank nya. Haha, ya begitulah bahasa humornya ketika Anda hendak pinjam uang di bank. Pastikan Anda rukun-rukun saja dengan isteri tercinta Anda. Jika rukun dan damaikan enak mengajukan kredit di bank, gak ribut jadinya. Heheh

  1. Gaji Atau Pendapatan Anda

Ketika Anda mau pinjam uang di bank, wajar dong bank tanya, hai man berapa bayaranmu? Loe mau pinjam duit ke anne kira-kira bisa bayar gak nanti? Jika tidak ya gak usah pinjam ke anne dong?” Kira-kira begitulah ucapan si bankir ketika hendak memberikan pinjaman ke calon nasabahnya. Jadi intinya pastkan pendapatan Anda memenuhi syarat. Cara yang paling sederhana adalah jumlah kredit atau pinjaman Anda tak lebih dari 30 persen dari penghasilan Anda. Jika Anda punya kredit motor atau kredit mobil tantunya bank sudah mulai waspada ke Anda, kira-kira lu mampu gak bayar cicilan ke anne? Jika gaji Anda pas-pasan lebih baik gak usah ngajukan utang ke bank deh, daripada sakit hati. Heheh

  1. Rekening Koran

Apaan sih rekening koran? Rekening koran adalah salah satu cetakan transaksi-transaksi yang pernah Anda lakukan ketika Anda mempunyai rekening di bank. Wajar dong bank pengen tahu apa saja sih yang Anda kerjakan dengan uang Anda. Salah satu cara termudah bank untuk mengecek apakah lu punya uang atau tidak ya dengan melihat rekening koran milik Anda. Jika Anda ngomong uang Anda satu milyar namun kenyataanya gak punya rekening koran gak sampai segitu, berarti diri Anda sudah tak layak untuk di pinjami bank. Sebaliknya walaupun hari ini saldo uang di bank Anda tinggal 100 rebu rupiah, namun disitu trlihat mencerminkan transaksi yang cukup rapi bahwa rata-rata saldo Anda 30 juta rupiah perbulan berati Anda layak untuk mendapatkan pinjaman di bank. Simpel dan mudah bukan indikator bank jika ingin memberikan kredit kepada Anda?

Pinjaman Di Terima
Pinjaman Di Terima
  1. Daftar Hutang Anda lainnya

Jika Anda pengen hutang di bank, Anda masih punya selingkuhan pinjaman kagak? Jika Anda masih punya pinjaman motor, Anda masih punya pinjaman kredit panci dengan tetanga sebelah, Anda juga suka pinjam-pinjam uang di teman-teman Anda yang jumlahnya tidak sedikit. Anda masih punya juga pinajamn gadaian emas di pegadaian, yang intinya menujukkan Anda suka sekali berhutang dan kurang tenaga untuk bayar berarti Anda belum layak untuk pinjam di bank. Wajar dong gak mau Anda selingkuh didalam menyicil pinjamannya nanti? So, pastikan jika Anda berminat untuk hutang ke bank tak lebih dari 30 persen dari seluruh penghasilan Anda. Mudah dan simpelkan indikatornya?

Itulah tulisan sederhana dan sedikit agak konyol ketika Anda ingin pinjem duit di bank untuk beli rumah. Jadi jika Anda mempunyai persyaratan yang mumpuni, ya silahkan ajukan kredit di bank, jika tidak ya tidak usah aneh-aneh untuk pinjam di bank. Percuma deh, malah bikin sakit hati. heheh