Memilih Suku Bunga KPR, Bunga Tetap (Fixed) Atau Suku Bunga Berubah-Ubah (Floating)

Sponsored Links

Memilih Suku Bunga KPR, Bunga Tetap (Fixed) Atau Suku Bunga Berubah-Ubah ( Floating)

Anda ingin membeli rumah dengan cara KPR, lalu suku bunga mana yang paling murah? Jika Anda meminjam di bank sebetulnya mana yang lebih murah bank dengan cara fixed atau floating. Dengan cara yang suku bunganya berubah-ubah atau suku bunga tetap. Inilah yang kadang menjadi pertanyaan oleh calon peminjam, mana sih sebetulnya yang lebih murah? Apalagi orang awam, mungkin akan rancu membedakan suku bunga yang paling murah jika untuk jangka panjang.

Suku bunga bank dipasar memang dari waktu ke waktu selalu mengalami perubahan. Pergerakan ini juga menyesuaikan oelh suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI) selaku pemilik regulasi perbankan. Jadi kadang tahun ini bisa jadi naik, mungkin tahun depan bisa saja mengalami penurunan. Jadi tidak mesti, dengan kondisi ini berarti setiap tahun BI melakukan evaluasi kebijakan untuk menaikkan atau menurunkan suku bunga bank. So, inilah yang menyebabkan jumlah cicilan Anda kadang naik atau kadang turun jika mengambil floating rate.

Dalam mengambil sebuah kebijakan penyaluran kredit ada bank-bank tertentu yang menetapkan kebijakan dengan menggunakan suku bunga tetap. Jadi ketika mulai awal angsuran hingga akhir angsuran selalu tetap alias tidak berubah. Bank-bank yang memberlakukan ini biasanya adalah bank-bank yang berbasis syariah. Suku bunga tetap ini mempunyai keistimewaan, peminjam uang tidak perlu pusing-pusing menghitung berapa jumlah cicilan yang harus di bayar setiap tahun. Selain bank syariah ada bank peemrintah yang memberlakukan pinjaman dengan bunga tetap ini, yaitu Bank Tabungan Negara (Bank BTN). Cuman ada pengecualian, kadang bunga yang diambil cukup tinggi jika dibandingkan dengan bank-bank sejenis.

Suku Bunga KPR Murah
Suku Bunga KPR Murah

Jika Anda kredit rumah dengan KPR, dan menawarkan bunga tetap, jangan kaget jika bunga yang ditawarkan cukup tinggi. Karena secara teori ekonomi bahwa meminjam uang dengan jangka panjang akan memiliki resiko perbankan yang tinggi pula, termasuk salah satu diantaranya adalah ketika Anda pinjam uang dengan jangka waktu 15 tahun, berarti si bank mempunyai resiko yang termasuk tinggi terhadap kredit Anda. Salah satu hal untuk mengantisipasi hal tersebut adalah dengan menaikkan suku bunga tetap dari Anda.

Sebaliknya Anda juga jangan mudah terpancing dengan bank yang menawarkan suku bunga KPR dengan suku bunag yang rendah. Kadang salah satu promo di suatu perbankan ada yang menawarkan 8 % per tahun. Namun jangan salah, bisa jadi itu hanya berlaku di tahun pertama dan tahun kedua. Setelah itu suku bunga akan naik hingga 4 % untuk cicilan di tahun ke empat dan seterusnya. Cukup mencengankan bukan? Coba berapa tingakat kenaikannaya? Rata-rata pertahun Anda harus membayar suku bunga floating dengan besaran 9- 12 persen per tahun. Jadi adalah sangat vital dan penting Anda tanya ke bank pemberi kredit KPR, hanya berlaku untuk tahun pertama, atau berubah-ubah setiap tahunnya mengikuti suku bunga bank di tahun berjalan.

Ada hal lain yang perlu juga ditanyakan disaat para pemain bankir memberikan obral suku bunga. Jika sama-sama bersaing dengan bank lain didalam pengucuran dana, apakah fasilitas yang Anda dapat ketika Anda meminjam dari bank tersebut. Sistem pembayaran, kemudahan pembayaran dan sebagainya. Jadi pastikan jangan hanya beratanya suku bunganya saja yang murah, namun juga keunggulan-keunggulan yang lain. Wajarkan, sebagai calon peminjam uang di bank bertanya soal benefit apa yang didapat ketika meminjam dari bank tersebut.