Masa Depan Bisnis Properti 2015

Sponsored Links

Prospek Bisnis Properti 2015

Apa sih yang istimewa, ketika saya ditanya soal propek bisnis properti 2015? Ya, di Tahun yang boleh dibilang masih panca roba ini. Tahun yang masih penuh dengan ketidakpastian, tahun yang masih dalam rangka pemerintah menata diri. Hemmm adalah hal yang mungkin selalu menjadi pertanyaan dikepala Anda soal prospek dan mas depan Bisnis properti tahun 2015 ini. Tentu saya sebagai pangamat bisnis perpropertian di Indonesia hanya bisa memberikan sebuah masukan yang positif, bahwa di tahun 2015 prospek serta masa depan bisnis properti akan semakin moncer. Lho, kok aneh dan tanpa dasar analisanya? Apa sedangkal itu analisanya? Okelah, jika Anda masih belum percaya bahwa di tahun 2015 bisnis properti akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan, berikut ini alasan-alasan sedernaha dan masuk akal, bahwa tahun 2015 adalah masa yang cukup bagus untuk melakukan keputusan-keputusan penting dalam rangka bisnis properti, investasi properti dan seterusnya yang berkaitan dengan bisnis properti.

Investasi properti 2015

  1. Bisnis Properti adalah Bisnis Tak Kenal Musim

Jika saya balik bertanya kepada Anda, musim apa, dan kapan manusia tak membutuhkan properti? Tentunya mau musim rambutan, atau musim durian semua orang tetep memrlukan rumah untuk tempat tinggal. Mau musim kemarau atau musim penghujan, semua masyarakat akan selalu membutuhkan kantor atau tempat tinggal yang lain dalam rangka memenuhi aktifitasnya. Singkat cerita, sandang, pangan dan papan akan menjadi peran vitas dalam kehidupan manusia. So, berarti secara tak langsung bisnis properti tahun 2015 aakn masih moncer dan berprospek yang cukup bagus. Selebihnya Anda tinggal mencarfi celah yang terbaik untuk memulai bisnis properti Anda, entah dengan modal atau tanpa modal. Semua tergantung dari keahlian Anda masing-masing dalam mengembangkan jual beli properti Anda. So, silaahkan lanjutkan untuk Anda bagi pemula yang ingin terjun ke bidang yang untungnya super ini. Bisnis yang mempunyai perkembangan cukup signifikan, setiap tahun sepajang musim manusia butuh rumah, tanah, sawah dan seterusnya untuk melanjutkan dan meneruskan bisnis properti ini.

  1. Di zaman Apapun Manusia Membutuhkan Tempat Tinggal dan Properti

Entah zaman batu atau zaman modern, semua orang mau tak mau tetep akan membutuhkan properti seperti yang pernah disinggung dalam point nomor satu diatas. Jadi ini adalah alasan yang kedua dan cukup bisa diterima oleh akal, bahwa ketika Anda bertanya Bisnis properti tahun 2015 seperti apa? Tentu akan mengalami growth (pertumbuhan) yang cukup signifikan. Ya, semua bisnis, idealnya memang selalu tumbuh ketika bisnis itu melakukan aktifitasnya, bisnis tersebut dijalankan dengan benar dan sesuai dengan stadart perbisnisan, standart maanjemen bisnis apapun. Ketika Anda bergerak dalam bidang marketing properti, Anda mencari dan menjalankan bisnis sesuai dengan SOP (standart operational procedure) yang dimiliki oleh perusahaan Anda.

  1. Anda Properti Beli hari Ini, Mesti Lebih Mahal Jika Dibeli di Tahun Depan

Ini adalah hukum emas bisnis properti, ketika Anda membeli properti hari ini semisal 100 juta rupiah, berarti jika Anda beli tahun depan sudah tentu akan mengalami kenaikan, bukan 100 juta rupiah lagi. Jika mengacu pada ekonomi semisal pertumbuhan 10 persen, berarti minimal properti tersebut seharga 110 juta rupiah. Hampir bisa dipastikan bahwa properti setiap tahun akan mengalami kenaikan harga yang signifikan. Inilah uniknya bisnis properti, so ketika Anda bertanya gimana propspek bisnis properti 2015? Tentu saya jawab, pasti untung, pasti lebih baik dan lebih prospek dibandingkan tahun lalu.

So, secara sederhana dapt disimpulkan bahwa Bisnis Properti 2015 lebih moncer dan lebih bagus dibandingkan dengan tahun 2014. Gak, perlu alasan-alasan yang aneh-aneh lagi, secara kasat mata bisnis properti akan semakin baik dari tahun ke tahun. Lho, dinegara sebelah kok mengalami stagnant bro? Iya, di negara sebelah mengalami bisnis properti stagnant karena basic dan model bisnis properti di Indonesia cukup berbeda dengan negeri kita. Jika kebanyakan di negeri seberang sana orang melakukan bisnis properti sangat mengandalkan pendanaan dari bank, yang artinya mau tidak mau ketika suku bunga tinggi dan ada campur tangan pemerintah soal pengendalian suku bunga, berarti akan berdampak secara tidak langsung terhadap konsumsi masyarakat. Inilah yang membedakan di negeri kita. Banyak orang di Indonesia yang mampu membeli properti tanpa harus mengandalkan pinjaman dari bank.Indonesia gitu lho! Banyak jutawan yang kaya, yang mampu melakukan bisnis properti tanpa harus mengandalkan pinjaman dari bank. Mereka-mereka cukup kuat untuk melakukan bisnis properti tanpa harus menunggu uluran bantuan, pendanaan yang kadang cukup dipengaruhi oleh suku bunga bank tersebut.