Kabar Bisnis Properti Di Tengah Lesunya Ekonomi

Sponsored Links

Ketika Saya membaca beberapa media beberapa hari terakhir, banyak memberikan informasi berita tentang lesunya perekonomian dunia yang akan berdampak sitemik terhadap perekonomian Indonesia. Diantaranya Yunani yang tak memiliki kemampuan bayar hutangnya terhadap IMF. Diperburuk lagi dengan China yang katanya mempunyai pertumbuhan ekonomi yang cukup mencengangkan, namun kini juga di ambang kebangkrutan. Ya..ya..itulah perputaran roda dunia, terutama dalam sektor bisnis. Entah kemarin atau hari ini selalu saja ada gejolak naik turunnya ekonomi. So, untuk Indonesia bagaimana? Ya, seperti Anda lihat beberapa bulan terakhir, seakan keadaan ekonomi bertambah lesu dan menurun. Tentunya situasi ini akan berdampak secara tak langsung terhadap prospek bisnis properti di tahun 2015 ini.

Memang banyak pakar memprediksi bahwa perekonomian Indonesia akan terus melemah untuk beberapa bulan kedepan. Hal ini karena di pengaruhi belum adanya geliat yang nampak bagus di era pemerintahan Jokowi-JK. Lalu, ketika kita hendak menganalisa sejauh mana nanti perkembangan bisnis properti untuk tahun ini? Yang jelas, kami hanya bisa meraba-raba yang terjadi dengan masa depan bisnis propertei di tahun ini.

Prediksi Bisnis Properti 2015
Prediksi Bisnis Properti 2015

Analisa Pertama

Memang sih banyak kalangan pelaku bisnis properti mulai mengeluhnya perlambatan ekonomi di era kepemimpinan baru Indonesia, Jokowi-JK. Hal ini memang cukup terasa di berbagai bidang, entah itu perdagangan ritel, sektor pertanian, industri seakan memang cukup terasa. Apalagi bagi kalangan wong cilik, lesunya iklim bisnis tahun ini memang cukup sangat terasa. So, bisnis properti tahun ini hampir di pastikan mengalami pertumbuhan yang kurang menggembirakan dibandingkan dengan tahun-tahun kemarin. So, kewajiban kita sebagai pelaku ekonomi, khususnya yang bergerak dalam sektor properti harus tetap sabar dan fight patang menyerah untuk bertahan di bidang properti ini, toh mau tak mau suatu hari nanti akan ada perubahan bergaiahnya pasar properti Indonesia.

Analisa Kedua

Tanpa mengacu pada sektor rill yang terjadi soal sepi dan melambatnya ekonomi Indonesia yang terkena imbas dari lemahnya perekonomian dunia, tentunya kita meski tetap optimis untuk berpegang pada teori yang cukup klasik dalam dunia bisnis properti, bahwa tak peduli zaman apapun manusia tatap akan selalu membutuhkan properti. Entah keadaan ekonomi sedang terpuruk pun manusia masih akan membutuhkan tempat tinggal. So, walaupun ekonomi hari ini mengalami perlambatan, namun bisnis properti masih di bilang bisnis yang cukup empuk dan wajib di tekuni. Ya..ya..meskipun hari ini jualan properti Anda tak sebagus tahun kemarin, namun Anda harus cukup optimis dengan kebutuhan akan rumah dan properti yang akan terus mengalami kenaikan sesuai dengan hukum supply and demand kebutuhan akan rumah. So, idealnya adalah Anda wajib tetap optimis dan terus sabar untuk tetap di rel bisnis properti.

So, untuk mengakhiri tulisan sederhana ini, tentunya penulis memberikan sebuah kesimpulan sederhana, seburuk-buruknya perekonomian sebuah negara, tetap manusia membutuhkan properti, sehingga ketika ekonomi hari ini kurang bersahabat dengan pelaku bisnis properti, tentunya masih ada pangsa pasar yang tetap membutuhkan properti. Jadi tak perlu untuk terlalu khawatir berlebihan dengan situasi dan ekonomi saat ini, bisnis properti akan tetap moncer, meskipun hari ini mengalami penurunan. So, tetap optimis dan semangat untuk terus melaju dengan bisnis properti Anda.