Harga Rumah Di Kelas Bawah Tembus Hingga 200 Jutaan

Sponsored Links

Hemmm…Saya barusan baca media Kompas Grup dalam segment berita properti. Dizaman yang katanya lagi sulit ini, harga-harga rumah terus melambung tinggi. Dalam media tersebut diungkapkan dari hasil riset yang dilakukan oleh Cushman and Wakefield Indonesia, bahwa mereka menganalisa harga untuk rumah di kawasan Jakarta dan sekitaranya untuk tahun 2015 di semester pertama tembus hingga 200 juta sampai dengan rentang 335 juta. Sebuah kenaikan harga yang cukup fantastis untuk kenaikan harga properti. tentunya menurut saya, jika sekitar 5 hingga 10 tahun kebelakang dengan duit segitu (200 juta) sudah bagus untuk mendapatkan rumah dengan ukuran agak mewahlah. Namun hari ini uang segitu masih tergolong sangat sederhana untuk membangun rumah.

Fakta sebetulnya tidak cukup mengejutkan berdampak pada MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) tak sanggup untuk membeli properti rumah dengan ukuran yang sederhana ini. Ya..ya..jika dilihat dari uang segitu, jika di buat untuk membeli tanah saja tak kurang dari anggka minim 50 hingga 100 jutaan. Kemudian untuk membangun rumah, tentunya 100 juta hari ini belum berwujud apa-apa. Tentunya Anda sendirikan tahu, bahwa ongkos tukang dan pekerja disektor bangunan juga terus mengalami kenaikan. Jika tahun lalu mungkin upah tukang per hari 80 hingga 90 ribu, namun hari ini bisa jadi lebih di angka 100 ribu rupiah perhari. Itu jika Anda membangun rumah dengan sistem upah harian. Jikapun Anda menggunakan sistem borongan, tentunya akan lebih mahal dari anggka tahun kemarin. Kondisi penurunan daya beli masyarakat bawah diperparah dengan kondisi perekonomian yang beberapa bulan terakhir ini cukup mengalami kelesuan. Mau tak mau daya beli masyarakat anjlok dengan kondisi seperti ini.

Harga Properti Indonesia
Harga Properti Indonesia

Lembaga riset Cushman And Wakefield ini melakukan penelitian riset untuk wilayah Jabodetabek lho! Mereka melakukan survei di area perumahan dengan luas minimal 40 hektar. Ketika di lakukan penelitian ternyata mereka mendapatkan data dilapangan selain rumah kelas bawah, rumah kelas ataspun juga mengalami perubahan kenaikan. Sebagai illustrasi sederhana jika kemarin rumah yang di banderol dengan harga 350 juta hingga 450 juta per satu unit rumah, kini sudah melampaui di anggka 440 juta sampai 480 juta. Sebuah angka kenikan rumah yang cukup fantastis bukan, untuk ekonomi negara yang masih lesu seperti ini.

Fenomena ini juga tak jauh berbeda untuk rumah dengan kelas menengah atas. Jika tahun kemarin masih di kisaran angka 1,3 milyar namun saat ini sudah tembus di angka minimal 1,5 milyar, selanjutnya untuk rumah dengan harga 2,2 milyar tembus hingga 2,3 milyar per unitnya. Jadi rata-rata ada kenaikan sekitar 100 jutaan per unit dari tahun kemarin.

Ya, itulah sebuah cerita unik di negeri ini soal kenaikan harga properti. Memang jika dilihat sepintas lalu, ekonomi juga lagi tak menentu, namun yang namanya harga properti tak mau mengalah untuk bertengger di anggka stabil, tiap tahun selalu mengalami kenaikan meskipun dunia ekonomi mengalami kelesuan seperti saat ini. So, saran sederhana dari penulis adalah, belilah properti sedini mungkin sebelum tahun depan akan terus mengalami kenaikan! Ini adalah nasehat bijak dan sederhana dalam melakukan investasi properti, makin tahun mesti akan naik walaupun kondisi perekonomian sedang tidak naik.