Faktor-Faktor Yang Menetukan Harga Jual Sebuah Properti

Sponsored Links

Anda ingin menjual atau membeli sebuah properti? Kenali dan pelajari beberapa faktor yang menetukan harga jual properti. Karena, membeli properti perlu skill dan pengetahuan khusus di banding dengan membeli produk produk selain properti. Disinilah letak seni dan keunikan di dalam membeli sebuah properti. Dalam tulisan kali ini akan memberikan beberapa faktor atau variable yang menentukan harga jual sebuah properti :

  1. Tempat atau Lokasi Properti

Faktor yang pertama kali mempengaruhi harga jual properti adalah lokasi properti. Tempat atau place menurut orang bule, feng shui  menurut orang-orang china merupakan faktor yang sangat menentukan harga jual dari sebuah properti. Variabel ini merupakan hal penting di dalam menentukan harga jual properti. Tempat yang cukup strategis misalnya di tengah-tengah kota akan sangat berbeda harganya jika di bandingkan di kawasan perkampungan. Kawasan perumahan yang elite tentu akan sangat jauh berbeda harganya, jika di banding dengan kawasan pemukiman biasa.

Namun tempat yang ramai belum tentu juga menjadi patokan ukuran yang mutlak bagi mereka yang mempercayai feng shui (ilmu tentang keseimbangan alam  dan estetika seni). Bisa jadi tempat tersebut sangat strategis menurut kasat mata biasa, namun bagi yang percaya feng shui bisa bermakna sebaliknya. Jadi tolok ukur suatu tempat bisa di terjemahkan dalam arti yang berbeda-beda, tergantung rencana atau kegunaan properti tersebut dibeli. Misalkan kita ingin membeli properti tanah untuk keperluan villa atau tempat peristirahatan atau menghilangkan kepenatan setelah sepekan beraktifitas yang padat, tentu tempat yang ramai serta berisik sangat tidak cocok untuk kita beli, tentunya idealnya di kawasan pegunungan yang asri nan damai, yang alamnya masih alami serta cenderung sepi.

So, tempat atau lokasi tentunya tergantung kegunaan serta cara pandang  dalam menilai sebuah harga properti. Namun ada satu hal yang tidak dapat di pungkiri, bahwa investasi properti dalam jangka panjang tentu sangat menguntungkan  terutama investasi properti  tanah dari tahun ketahun akan mengalami kenaikan, tidak ada susutnya. Jadi jikapun harga properti tanah saat ini murah dan tergolong kurang diminati investor namun tidak ada salahnya Anda membeli tempat tersebut untuk tabungan masa depan.

Jual Beli Properti
Jual Beli Properti
  1. Kondisi Properti

Faktor yang kedua yang mempengaruhi harga properti adalah kondisi properti tersebut. Jika kita ingin membeli rumah tentunya rumah yang bagus akan bernilai lebih mahal jika dibandingkan dengan kondisi rumah yang biasa-biasa saja atau mungkin sudah usang rumahnya. Contoh lain tanah yang masih dalam bentuk persawahan atau belum dikeringkan (bermakna:legalitasnya masih sawah) tentu akan jauh berbeda harganya jika di banding tanah pekarangan. Why? Karena secara tak tertulis bahwa ada sebuah kebijakan di daerah tertentu melarang menjual sawah kepada orang yang bukan berada di wilayah tersebut atau orang di luar wilayah tersebut. Cerita ini pernah dialami sendiri oleh penulis ketika masih bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan lahan untuk  tower/BTS. Kala itu sekitar  tahun 2008 kami iningin membeli tabah di wilayah Cilacap Jawa Tengah. Pemerintah Cilacap Jawa Tengah memperlakukan kebijakan bahwa tanah persawahan tidak boleh di jual ke orang yang bukan asli domisili di Cilacap. Maka mau tidak mau karena kami bukan orang asli cilacap, harus menyewa tanah tersebut untuk keperluan pendirian Tower BTS. Itu hanya sebagai contoh bahwa kondisi properti akan berpengaruh terhadap harga properti itu sendiri. Termasuk yang berkaitan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah.

  1. Legalitas Dari Sebuah Properti Itu Sendiri

Legalitas! Wow, sesuatu  faktor yang memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap harga suatu properti. Tanah yang secara legalitas jelas dan tidak masuk dalam wilayah sengketa tentu akan memiliki harga yang cukup ciamik jika di bandingkan tanah yang legalitasnya masih bersifat  remang-remang . Tanah bersertifikatlah yang merajai kekuatan legalitas suatu tanah. Namun tidak jarang pula tanah sengketa juga berstatus sertifikat, bahkan ganda sertifikat juga ada.

Tingkatan legalitas suatu tanah berbeda beda, mulai dari sertifikat, Letter C, Petok D, Surat Ijo, tanah adat dan lain sebagainya. Dari semua tingkatan legalitas tersebut tentu akan sangat mempengaruhi harga jual dari tanah tersebut.

Legalitas tentu bisa juga bermakna lain misalkan SHM (Sertifikat Hak Milik) dan HGU (Hak Guna Usaha) akan berbeda di dalam memberikan nilai tawar harga dari sebuah properti. Contoh lain misalkan kita akan membeli tanah yang statusnya masih di sekitar PJKA atau milik PJKA tentu kita hanya bisa memilikinya sebatas Hak Guna Bangunan bukan memilikinya atas nama kita (disertifikatkan atas nama kita).

So, itulah bebarapa faktor yang  mempengaruhi harga jual properti, semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi Anda.

Selamat Berinvestasi Properti!