Contoh Kasus Menjual Tanah Warisan Yang Belum Di Bagi/ Balik Nama

Sponsored Links

Contoh Kasus Menjual Tanah Warisan Yang Belum Di Bagi/ Balik Nama

 

Pertanyaan:

Tulisan kali ini mengutip dari permasalahan yang di publikasi di hukum online. Dalam tulisan tersebut ada sebuah pertanyaan dari pembacanya, yaitu: Bagaimana cara yang aman untuk jual beli tanah yang diwariskan dari orangtua. Padahal kondisi tanah tersebut masih atas nama orang tua yang sudah meninggal tersebut. So caranya bagaimana untuk menyelesaikan permasalahan tersebut?

Jawaban Oleh Ahli hukum Ibu Irma Devita Purnamasari SH, MKn.

Berdasarkan pertanyaan diatas, bahwa untuk menjual tanah yang belum di baliknamakan atau di sertifikatkan bisa-bisa saja, asalkan ketika melakukan AJB (Akta Jual Beli) ditanda tangani oleh semua anak yang berhak didalam mendaptkan tanah warisan tersebut. Jika berhalangan hadir untuk menanda tangani pada saat proses AJB, bisa menggunakan surat kuasa.

Tetapi jauh sebelum melakukan Akta Jual Beli, seharusnya melengkapi berbagai dokumen yang diperlukan untuk proses legalitas hukum tanah pada saat jual beli tanah waris tersebut. Adapun surat-surat yang diperlukan sebagai berikut:

  1. Surat kematian, surat ini diperlukan untuk meneruskan didalam pembuatan akta kematian.
  2. Surat keterangan ahli waris, surat ini bisa dikeluarkan oleh pengadilan Agama yang berkaitan dengan siapa-siapa saja yang berhak untuk mendapatkan warisan tersebut. Surat ini penting karena berkaitan dengan siapa saja yang wajib menanda tangani proses AJB dengan surat tanah yang diwariskan oleh orang tua tersebut.
Proses Hukum Legalitas Tanah
Proses Hukum Legalitas Tanah

Untuk melakukan proses AJB (Akta Jual Beli), berikut ini surat-surat yang harus ada:

1. Data Tanah

Untuk data tanah, berikut ini yang melengkapinya.

  • PBB selama 5 tahun terakhir (Asli)
  • Sertifikat tanah (Asli)
  • IMB (Jika Ada)
  • Bukti pembayaran listrik dan telepon (jika ada)
  • Jika masih diberi oleh hak tanggungan misalnya (hipotik), maka harus ada surat roya dari bank yang bersangkutan.

2. Data Penjual dan Pembeli

Untuk data penjual dan pembeli ada dua macam, yaitu bisa perorangan atau Badan. Berikut ini syarat-syarat yang diperlukan oleh pembeli.

  • Perorangan

FC KTP Suami Isteri

FC Kartu Keluarga

FC Akta Nikah/Surat Nikah

  • Badan

FC KTP Komisaris atau direksi yang mewakili

FC AD/ART Perusahaan

RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) jka hendak menjual bahwa pernyataan untuk menjual sedikit asset yang di punya.

3. Jika kedua orang tua yang memiliki nama dari surat tersebut sudah meninggal keduanya, maka surat-surat yang diperlukan sebagai berikut:

  • Surat Keterangan Waris
  • Untuk WNI, surat pernyataan yang dikeluarkan oleh kelurahan dan kecamatan
  • Untuk WNA, surat akta yang dibuatkan oleh notaris

Demikianlah, bagaimana jual beli tanah yang belum dibalik nama atas ahli waris tersebut. Jadi silahkan melakukan akta jual beli yang ditanda tangani oleh seluruh ahli waris yang ada. Jika berhalangan untuk hadir, bisa menggunakan surat kuasa untuk menandatanganinya. Artikel singkat ini semoga bermanfaat untuk Anda didalam melakukan penjualan tanah waris yang belum di bagi.